

Tidak semua orang mampu menunaikan puasa Ramadan. Bagi mereka yang terhalang oleh sakit menahun, usia lanjut, atau kondisi berat yang tak memungkinkan berpuasa, Islam memberikan jalan keringanan melalui fidyah, memberi makan orang miskin sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (puasa) untuk membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.”
(QS. Al-Baqarah: 184)
Fidyah bukan sekadar penggugur kewajiban. Ia adalah bentuk kasih sayang yang nyata. Melalui fidyah, kita menguatkan mereka yang hidup dalam keterbatasan:
- ibu tunggal yang berjuang memberi makan anak-anaknya,
- lansia yang menjalani hari-hari dalam kesendirian,
- hingga keluarga dhuafa yang kerap menahan lapar demi bertahan hidup.
Setiap fidyah yang Anda tunaikan akan diwujudkan dalam hidangan layak dan penuh keberkahan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Setiap suapan menjadi saksi kepedulian, setiap rupiah menjadi amal yang membersihkan dan menenangkan hati.
Mari sempurnakan kewajiban puasa kita dengan cara yang diridhai Allah, sekaligus menjadikan fidyah sebagai jalan menolong dan menguatkan sesama.
👉 Tunaikan Fidyah Anda Sekarang
Ringankan kewajiban, ringankan lapar saudara kita.